Diantara guru-guru, Pak Pri adalah sosok yang paling berkesan bagi siswa-siswi angkatan ku. Dia dikenal sebagai sosok yang humoris dan supel. Sehari-hari mengajar pelajaran sejarah. Cara pembawaan yang santai tapi serius memberikan tempat di hati dan kepalaku. meski aku nggak terlalu suka sejarah, tapi dengan pengajarn pak Prio memberikan aku pertolongan, karena baginya sejarah tidak hanya menghafal fakta, tapi yang lebih penting adalah mengambil hikmah dari peristiwa itu. Hal itu saya dapatkan dari Pak Pri, ketika saat istirahat saya sempatkan untuk bertemu dengannya. Saat itu baru dua hari yang lalu saya dipilih sebagai ketua OSIS, padahal sepanjang karirku di bangku sekolah aku nggak pernah jadi ketuam kelas, apalagi menjadi ketua OSIS. ketika kesulitanku aku utarakan kepadanya, jawaban yang diterima adalah: "ingatlah akan Napoleon Bonaparte yang sering disebut sebagai Singa EROPA?" yang dia lakukan adalah merangkak dari prajurit. Maka lakukanlah sedikit demi sedikit sambil kamu belajar." demikian kata-kata yang selalu terngiang sehingga akupun sedikit berani untuk menjadi pimpinan OSIS. dan Alhamdulillah berkat dorongan dan bantuan aku mulai belajar tentang manajemen organisasi. Sehingga banyak orang, merasakan hasil jerih payah semua oengurus OSIS pada masaku.
Memang Pak Pri dikenal sebagai sosok yang mampu memberikan solusi tanpa menggurui, hal itu juga saya dapatkan ketika saya mengikuti lomba :Pidato P4 tingkat Kabupaten, meski saya pernah kalah W.O karena "pingsan" saat di panggung pada acara lomba yang sama setahun sebelumnya. Namun, Pak Pri masih memberikan kepercayaan kepadaku untuk ikut, sekaligus menjadi pembimbingku. Saya ingat sekali gaya mebimbingnya yang tidak memaksakan ide-idenya tapi mencoba untuk sharing ide-ide sehingga saya menjadi kaya akan bahan-bahan. Dan Alhamdulillah berkat bimbingannya saya mendapatkan juara II.
Yang saya tahu, meski seorng guru, Pak Pri memiliki sisi kemanusiaan yang mendalam, Pak Pri sering cerita saat pagi-pagi "bagaimana ketakutannyaketika dipepet oleh 'Copet", ketika berangkat dari rumah yang ada di Purbalingga. demikian juga ketika naik motor dia takut kenceng-kenceng padahal cuman mbonceng.
Namun kini katanya Pak Pri dimutasi dari SMA Purwonegoro karena alasan memiliki istri yang sekantor. Padahal jasanya teramat banyak, karena pengorbanan yang sering dilakukannya ketika sering pulang sore bahkan malem demi mengerjakan tugas-tyugas sebagai Wakil Kurikulum. Kemajuan SMA Purwonegoro, saat ini pasti karena andil dari pengorbanan Beliau. Tapi saya yakin dimanapun ditempatkan pasti Pak Pri akan selalu dirindukan sebagai guru yang mencerahkan. Semoga.......
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Aku kangen masa SMA dengan Hukum Tata Negara(Pak Pri) pernah ktm diklampok dan sudah save no HP nya tp ga sengaja ke-delete.
BalasHapus