MARI JALIN KOMUNIKASI UNTUK ALUMNI SMA PURWONEGORO

Pengikut

Jumat, 12 Desember 2008

Kemarin Paki Is Telpon

Ketika sedang asyik nonton TV, tiba-tiba Hp bututku berdering dan ternyata dari seberang sana terdengar suara nyaring Pak Is. dengan suara yang kurindukan Pak Is bertanya kabarku....aduh malu aku masa murid ditelpon ama guru....Tapi memang aku beberapa minggu yang lalu coba telpon, tapi gak bisa nyambung. Ternyata Pak Is sedang diklat sertifikasi di UNY, Okelah selamat buat Pak Is dan juga guru yang baru saja mengikuti diklat, semoga lulus dan dapat memperoleh sertifikat kompetens.
Mungkin bagi orang kebanyakan telpon yang sekitar 15 menit menjadi biasa aja, tapi bagi ku Telpon dari Pak Is adalah pencerah dari seorang guru yang selalu ingat akan muridnya yang biasa-biasa aja. Salutku atas pengabdian dan juga ketulusannya. makasih Pak Is, semoga saya bisa meneladani menjadi guru yang tulus...

Kemarin Lebaran pada reunian....tapi...

sebenarnya keinginanku untuk kumpul udah memuncak di ubun-ubun. Maka ketika Tanto ber-sms dengan maksud untuk ngumpul di Rumah Nita aku amat senang. Namun sayanknya Reunian itu dilaksanakan pada hari ke 5 setelah lebaran. Padahal aku ama istri tercinta sudah kadung beli tiket pada hari kedua lebaran. (maklum istri orang jakarta jadi belum lebaran). Untuk mengobati kangenku aku usahakan untukd atang ke rumah Tanto, Lilis ama Nita namun sayang hasilnya nihil mereka pada jalan jadi gagal deh ketemunya.
Liburan nanti saya harapkan bisa ketemuan dengan teman-teman, semoga saja bisa terlaksana.

Kamis, 24 April 2008

Kenangan Dengan Pak Isgiyatno....

Saat itu kedatangan Pak Is di SMA Purwonegoro, berbarengan dengan masanya aku jadi ketua OSIS. Yang aku lihat dari Beliau adalah, beliau sosok yang sederhana baik dalam penampilan maupun dalam berfikir. meski yang aku tangkap dari beliau, beliau masih belajar saat ditunjuk sebagai pembina OSIS. Namun komitemen terhadap tugas layak diberikan sanjungan. Sering kali pak Is pulang terlambat, demi menemani pengurus OSIS yang membuat mading. demikian juga sering aku dan temen pengurus OSIS ditraktir Bakso.
Tapi sosok guru yang kebapakan, memang benar-benar menjadi jiwanya. Saat aku nggak percaya diri mau lanjut kulaih atau nggak karena nggak punya uang, beliau memotivasi. saat aku kehilangan arah, neliau memberikan arahan.
Rasanya inspirasi guru yang seprti itu yang saat ini aku ingin berikan. Tidak heran jika aku pulang ke kampung, aku sempatkan untuk bersilaturahim ke rumahnya. Saat ini ketika aku diskusi dengan beliau, beliau terlihat sangat agamis sekali. Semoga itu adalah jalan yang mencerahkan, sehingga sinar kehidupannya mampu memberikan penerangan pada jiwa yang gersang di ujung meja sekjolah. semoga.....

Hari ini Temanku Lilis SMS Aku....

Lilis tuh boleh dikata bagi aku adalah teman cewek yang dekat ama aku. Anaknya sich cara berfikirnya sederhana aja, dia adalah salah satu stafku ketika aku menjadi ketua OSIS. Kalau gak salah dia di bidang bela Negara. Saya ingat betul saat-saat kemah di Sempor dekat rumahnya Nink. Dia saya tunjuk sebagai saritilawah, pertamanya sih sewot karena ditunjuk meendadak, tapi setelah dibujuk akhirnya mau juga. Dan lebih-lebih ternyata mampu menjiwai, sehingga pas saat renungan banyak yang tersentuh juga. Memang bakat orang kalau belum dicoba nggak kelihatan.
Sekarang dia sudah berumah tangga dengan satu anak. Pas dia Nikah saya gak bisa datang, soalnya maklum jauh, aku khan perantau. Katanya sich suaminya perwira polisi, duh sukanya yang militer-militer gitu deh....Tapi Yang penting berbahagia lah ...ya...

Rabu, 09 April 2008

Kengan dengan Pak Prihandono

Diantara guru-guru, Pak Pri adalah sosok yang paling berkesan bagi siswa-siswi angkatan ku. Dia dikenal sebagai sosok yang humoris dan supel. Sehari-hari mengajar pelajaran sejarah. Cara pembawaan yang santai tapi serius memberikan tempat di hati dan kepalaku. meski aku nggak terlalu suka sejarah, tapi dengan pengajarn pak Prio memberikan aku pertolongan, karena baginya sejarah tidak hanya menghafal fakta, tapi yang lebih penting adalah mengambil hikmah dari peristiwa itu. Hal itu saya dapatkan dari Pak Pri, ketika saat istirahat saya sempatkan untuk bertemu dengannya. Saat itu baru dua hari yang lalu saya dipilih sebagai ketua OSIS, padahal sepanjang karirku di bangku sekolah aku nggak pernah jadi ketuam kelas, apalagi menjadi ketua OSIS. ketika kesulitanku aku utarakan kepadanya, jawaban yang diterima adalah: "ingatlah akan Napoleon Bonaparte yang sering disebut sebagai Singa EROPA?" yang dia lakukan adalah merangkak dari prajurit. Maka lakukanlah sedikit demi sedikit sambil kamu belajar." demikian kata-kata yang selalu terngiang sehingga akupun sedikit berani untuk menjadi pimpinan OSIS. dan Alhamdulillah berkat dorongan dan bantuan aku mulai belajar tentang manajemen organisasi. Sehingga banyak orang, merasakan hasil jerih payah semua oengurus OSIS pada masaku.
Memang Pak Pri dikenal sebagai sosok yang mampu memberikan solusi tanpa menggurui, hal itu juga saya dapatkan ketika saya mengikuti lomba :Pidato P4 tingkat Kabupaten, meski saya pernah kalah W.O karena "pingsan" saat di panggung pada acara lomba yang sama setahun sebelumnya. Namun, Pak Pri masih memberikan kepercayaan kepadaku untuk ikut, sekaligus menjadi pembimbingku. Saya ingat sekali gaya mebimbingnya yang tidak memaksakan ide-idenya tapi mencoba untuk sharing ide-ide sehingga saya menjadi kaya akan bahan-bahan. Dan Alhamdulillah berkat bimbingannya saya mendapatkan juara II.
Yang saya tahu, meski seorng guru, Pak Pri memiliki sisi kemanusiaan yang mendalam, Pak Pri sering cerita saat pagi-pagi "bagaimana ketakutannyaketika dipepet oleh 'Copet", ketika berangkat dari rumah yang ada di Purbalingga. demikian juga ketika naik motor dia takut kenceng-kenceng padahal cuman mbonceng.
Namun kini katanya Pak Pri dimutasi dari SMA Purwonegoro karena alasan memiliki istri yang sekantor. Padahal jasanya teramat banyak, karena pengorbanan yang sering dilakukannya ketika sering pulang sore bahkan malem demi mengerjakan tugas-tyugas sebagai Wakil Kurikulum. Kemajuan SMA Purwonegoro, saat ini pasti karena andil dari pengorbanan Beliau. Tapi saya yakin dimanapun ditempatkan pasti Pak Pri akan selalu dirindukan sebagai guru yang mencerahkan. Semoga.......

SMP NEGERI 280 MENGIKUTI PESONA FISIKA DI TVRI

    Setelah Mempersiapkan kurang lebih dua minggu dalam bimbingan Guru Fisika Ibu Ike Maryati, S.Pd dan Juwarto, S.Pd, akhirnya tim Pesona Fisika mengikuti kuis Pesona Fisika di TVRI. Dengan penuh antusias 30 siswa ikut berperan aktif. Dari 30 peserta Pesona Fisika akhirnya diseleksi siswa-siswi yang menjadi tim inti. Untuk Tim Presentasi di komandani oleh Merry Aunice dari kelas VIII, dan didukung penuh oleh: Rara Mutiara dari kelas IX, serta Andriani dari kelas VII. Alasan kenapa Merry yang ditunjuk sebagai juru bicara presentasi lebih karena penguasaan materi "KATROL", sebab materi ini adalah materin kelas VIII disamping tentunya "style" ngmongnya yang mengagumkan. Untuk Tim "Game" diawaki oleh Abi Pribadi dari kelas IX dan Tasha Lupita dari kelas VIII. Sedangkan untuk Fisikuisnya diawaki oleh Vivi dari kelas IX dengan didukung penuh oleh Marry dan Siti Rahmatika dari kelas VIII.

    Tim pesona Fisika berangkat dari sekolah pukul 13.30 WIB tepat tanggal 1 April 2008. Dengan dukungan penuh dari Komite dan wali murid, akhirnya kami dilepas oleh Wakil Kepala Sekolah Dra. Siti Dikrida Yusuf, sebab Kepala sekolah sedang ada acara di Palembang. Sampai di TVRI tepat pukul 14.30 WIB. Sambil menunggu, kami makan siang yang disediakan oleh TVRI. Namun sungguh sayang ternyata Syutingnya tidak sesuai dengan jadwal sebelumnya yaitu pukul 15.00 WIB, melainkan pukul 16.30 WIB. Ya sudah sambil menunggu kita mejeng dulu.

    Sebelum dimulai, kami dibimbing untuk latihan Yel-yel dan lagu pesona Fisika. Yang jelas situasinya pasti seru banget. Anak-anak terlihat sangat bergembira sehingga melupakan aroma kompetisi antar tim.

Dengan dibalut kaos berwarna biru, akhirnya tim kami masuk ke tempat syuting. Ternyata syuting pekerjaan yang lumayan berat. Untung karena Kak Nunu sang presenter orangnya sangat humoris jadi banyak menyegarkan suasana.

Akhirnya detik-detik lomba pun di mulai. Di mulai dengan semangat Yel-yel kami pun mulai bersorak mensuport kelompok masing-masing. Di awali dari regu A yang berasal dari salah satu SMP Swasta di Tangerang, lalul tiba giliran Regu B yang berasal dari Sekolah kita. Dengan penuh semangat dan percaya diri, kami pun melantunkan Yel-Yel. Dilanjutkan dengan regu C dari SMPN 211 Jakarta selatan.

Pada Babak Pertama, ditayangkan sebuah film tentang penggunaan Katrol, tugas kami adalah untuk menyebutkan sebanyak mungkin konsep katrol berdasarkan film itu. Akhirnya Merry unjuk gigi sebagai juru bicara dengan menyampaiakn konsep Katrol, nyaris sempurna. Namun apa yang terjadi setelah dihitung oleh dewan juri ternyata semua regu mendapat nilai sama yaitu 90. Padahal harus diakui presentasi merry adalah yang terbaik dari semua regu. Tapi gimana lagi dewan juri adalah penguasa permainan ini.

Babak Ke dua, permainan memasang system katrol, namun sayang Tasha yang ditunjuk sebagai utusan mengalami gejala demam "kamera" alias grogi, jadi yach kami harus puas dengan nilai 75. Permainan selanjutnya dilakukan oleh Abi dan Tasha, yaitu dengan meluncurkan katrol dan memutar gasing. Tapi sekali lagi factor mental sangat berpengaruh, sehingga kamipun harus puas dengan nilai 75 juga.

Tapi pas Babak Fisikuis harus diakui tim kami adalah penguasa forum, karena hampir setengah pertanyaan dapat dijawab oleh tim kami. Sayang sekali pada saat pertanyaan terakhir kami harus tersandung dengan kekurangan dalam menyebutkan satuan "Newton". Akhirnya dengan kesalahan itu, kami gagal merebut juara 1. Malangnya lagi kami dengan regu C harus diadu pertanyaan tambahan karena memiliki skor yang sama. Alhasil karena masalah mental (karena kesalahan sebelumnya), maka kami harus puas dengan juara III. Tapi bagaimanapun kami bangga telah memberikan yang terbaik untuk SMP Negeri 280 Jakarta. Untuk itu silahkan teman-teman melihat tayanggannnya di TVRI setiap hari Sabtu, pukul 20.00 WIB.

Senin, 07 April 2008

Kenangan di SMA Purwonegoro

Kenangan yang tidak terlupa adalah dengan Pak Imam (beliau sebenarnya guru SMA Kalmpok tapi mengampu Di SMA Purwonegoro), meskipun ketemunya tidak terlalu lama karena paling Cuma 1 semester. Tapi membawa kesan yang teramat mendalam. Apalagi saat itu beliau baru pulang dari Jepang, jadi sering kali menggunakan istilah-istilah Jepang.

Saat itu semester 1, tepat hari pembagian raport. Saya bertanya pada beliau siapa ranking pertamanya? Karena saat itu ada Asparin (anak Merden), yang ramai dibicarakan sangat pintar di sekolah. Akhirnya kuberanikan diri bertanya ke Pak Imam siapa renking pertama? Jawaban yang saya terima adalah "Menurutmu siapa?" Akhirnya dengan ketidak percayaan diri saya menyebut "Asparin yach?". Pak Imam hanya tersenyum Misteri, sambil menjawab:" Tunggu aja sampai orang tuamu mengambil Raport".

Dengan tergopoh-gopoh ibuku akhirnya dating memenuhi panggilan sekolah untuk mengambil Raport. Meski ada baying kelelahan setelah dari jam 3 pagi menyiapkan dagangan dan memasarkannya tapi ada baying-bayang kesenangan dan kegembiraan sesaat setelah mengambil raport. Tanpa menunggu langsung saya serbu Ibuku yang menenteng raport sambil meninggalkan ruangan kelas. " Bu, gimana hasilnya?". Tanpa berkata disorongkan raoprtnya kepadaku. Disana terbaca jelas kalau aku rangkin pertama. Makasih Allah, telah meberikan aku hidayanh belajar. Makasih guru-guruku.

Minggu, 06 April 2008

Kenangan di Purwonegoro (awal-awal tahun)

Saat itu, saat aku pertama masuk ke SMU Purwonegoro usiaku tidak lagi muda. Maklum namanya saja aku sudah nganggur 3 tahun pasca SMP. Jadi pas aku masuk SMA, teman-teman SMP ku dah pada lulus. Jadi wajar teman-teman ku memanggil "mbah" atawa kepala suku. Julukan itu pertama kali diberikan oleh Widaya (asal Klampok, belakang Keramik dekat terminal). awalnya sich minder juga dipanggil mbah, tapi lama kelamaan yach udah biasa aja. Saya inget benar saat pertama camping di sekolah, ada seorang cewek namanya Dani (ternyata pacarnya Widaya) menjauh/menghindar ama aku. Nggak tahu kenapa apa takut ama aku atau takut kalau dekat aku jatuh cinta yach...sampai sekarang pertanyaan itu belum terjawab. yang jelas ketika ketemu ama kau menghindar gitu....
Tapi yang paling berkesan adalah ketika saya ditunjuk oleh wali kelas (ibu Endah...Guru yang keibuan padahal guru Matematika lho..) sebagai PJs ketua kelas. Sebab ketua kelas aselinya dipandang tidak bisa menjalankan tugas (saya inget Aswin Purasaba). sempat terjadi kesalah pahaman antara aku ama Aswin, bahkan sempat terjadi menantang duel....WIh kayak Koboy aja. Saya tunggu-tunggu sampai habis istirahat kedua gak tahunya gak jadi...padahal teman-teman sekelas sudah pada taruhan (emang gua Ayam jago pa..). Tapi besoknya aku ama dia sudah baikan lagi. Alhamdulillah. gitu dulu yach nanti disambung lagi...sekedar nostalgia.....

Jumat, 14 Maret 2008

Ayo kita bergandengan tangan bernostalgia

SELAMAT DATANG DI BLOG ALUMNI SMAN PURWONEGORO