Kamis, 24 April 2008
Kenangan Dengan Pak Isgiyatno....
Tapi sosok guru yang kebapakan, memang benar-benar menjadi jiwanya. Saat aku nggak percaya diri mau lanjut kulaih atau nggak karena nggak punya uang, beliau memotivasi. saat aku kehilangan arah, neliau memberikan arahan.
Rasanya inspirasi guru yang seprti itu yang saat ini aku ingin berikan. Tidak heran jika aku pulang ke kampung, aku sempatkan untuk bersilaturahim ke rumahnya. Saat ini ketika aku diskusi dengan beliau, beliau terlihat sangat agamis sekali. Semoga itu adalah jalan yang mencerahkan, sehingga sinar kehidupannya mampu memberikan penerangan pada jiwa yang gersang di ujung meja sekjolah. semoga.....
Hari ini Temanku Lilis SMS Aku....
Sekarang dia sudah berumah tangga dengan satu anak. Pas dia Nikah saya gak bisa datang, soalnya maklum jauh, aku khan perantau. Katanya sich suaminya perwira polisi, duh sukanya yang militer-militer gitu deh....Tapi Yang penting berbahagia lah ...ya...
Rabu, 09 April 2008
Kengan dengan Pak Prihandono
Memang Pak Pri dikenal sebagai sosok yang mampu memberikan solusi tanpa menggurui, hal itu juga saya dapatkan ketika saya mengikuti lomba :Pidato P4 tingkat Kabupaten, meski saya pernah kalah W.O karena "pingsan" saat di panggung pada acara lomba yang sama setahun sebelumnya. Namun, Pak Pri masih memberikan kepercayaan kepadaku untuk ikut, sekaligus menjadi pembimbingku. Saya ingat sekali gaya mebimbingnya yang tidak memaksakan ide-idenya tapi mencoba untuk sharing ide-ide sehingga saya menjadi kaya akan bahan-bahan. Dan Alhamdulillah berkat bimbingannya saya mendapatkan juara II.
Yang saya tahu, meski seorng guru, Pak Pri memiliki sisi kemanusiaan yang mendalam, Pak Pri sering cerita saat pagi-pagi "bagaimana ketakutannyaketika dipepet oleh 'Copet", ketika berangkat dari rumah yang ada di Purbalingga. demikian juga ketika naik motor dia takut kenceng-kenceng padahal cuman mbonceng.
Namun kini katanya Pak Pri dimutasi dari SMA Purwonegoro karena alasan memiliki istri yang sekantor. Padahal jasanya teramat banyak, karena pengorbanan yang sering dilakukannya ketika sering pulang sore bahkan malem demi mengerjakan tugas-tyugas sebagai Wakil Kurikulum. Kemajuan SMA Purwonegoro, saat ini pasti karena andil dari pengorbanan Beliau. Tapi saya yakin dimanapun ditempatkan pasti Pak Pri akan selalu dirindukan sebagai guru yang mencerahkan. Semoga.......
SMP NEGERI 280 MENGIKUTI PESONA FISIKA DI TVRI
Setelah Mempersiapkan kurang lebih dua minggu dalam bimbingan Guru Fisika Ibu Ike Maryati, S.Pd dan Juwarto, S.Pd, akhirnya tim Pesona Fisika mengikuti kuis Pesona Fisika di TVRI. Dengan penuh antusias 30 siswa ikut berperan aktif. Dari 30 peserta Pesona Fisika akhirnya diseleksi siswa-siswi yang menjadi tim inti. Untuk Tim Presentasi di komandani oleh Merry Aunice dari kelas VIII, dan didukung penuh oleh: Rara Mutiara dari kelas IX, serta Andriani dari kelas VII. Alasan kenapa Merry yang ditunjuk sebagai juru bicara presentasi lebih karena penguasaan materi "KATROL", sebab materi ini adalah materin kelas VIII disamping tentunya "style" ngmongnya yang mengagumkan. Untuk Tim "Game" diawaki oleh Abi Pribadi dari kelas IX dan Tasha Lupita dari kelas VIII. Sedangkan untuk Fisikuisnya diawaki oleh Vivi dari kelas IX dengan didukung penuh oleh Marry dan Siti Rahmatika dari kelas VIII.
Tim pesona Fisika berangkat dari sekolah pukul 13.30 WIB tepat tanggal 1 April 2008. Dengan dukungan penuh dari Komite dan wali murid, akhirnya kami dilepas oleh Wakil Kepala Sekolah Dra. Siti Dikrida Yusuf, sebab Kepala sekolah sedang ada acara di Palembang. Sampai di TVRI tepat pukul 14.30 WIB. Sambil menunggu, kami makan siang yang disediakan oleh TVRI. Namun sungguh sayang ternyata Syutingnya tidak sesuai dengan jadwal sebelumnya yaitu pukul 15.00 WIB, melainkan pukul 16.30 WIB. Ya sudah sambil menunggu kita mejeng dulu.
Sebelum dimulai, kami dibimbing untuk latihan Yel-yel dan lagu pesona Fisika. Yang jelas situasinya pasti seru banget. Anak-anak terlihat sangat bergembira sehingga melupakan aroma kompetisi antar tim.
Dengan dibalut kaos berwarna biru, akhirnya tim kami masuk ke tempat syuting. Ternyata syuting pekerjaan yang lumayan berat. Untung karena Kak Nunu sang presenter orangnya sangat humoris jadi banyak menyegarkan suasana.
Akhirnya detik-detik lomba pun di mulai. Di mulai dengan semangat Yel-yel kami pun mulai bersorak mensuport kelompok masing-masing. Di awali dari regu A yang berasal dari salah satu SMP Swasta di Tangerang, lalul tiba giliran Regu B yang berasal dari Sekolah kita. Dengan penuh semangat dan percaya diri, kami pun melantunkan Yel-Yel. Dilanjutkan dengan regu C dari SMPN 211 Jakarta selatan.
Pada Babak Pertama, ditayangkan sebuah film tentang penggunaan Katrol, tugas kami adalah untuk menyebutkan sebanyak mungkin konsep katrol berdasarkan film itu. Akhirnya Merry unjuk gigi sebagai juru bicara dengan menyampaiakn konsep Katrol, nyaris sempurna. Namun apa yang terjadi setelah dihitung oleh dewan juri ternyata semua regu mendapat nilai sama yaitu 90. Padahal harus diakui presentasi merry adalah yang terbaik dari semua regu. Tapi gimana lagi dewan juri adalah penguasa permainan ini.
Babak Ke dua, permainan memasang system katrol, namun sayang Tasha yang ditunjuk sebagai utusan mengalami gejala demam "kamera" alias grogi, jadi yach kami harus puas dengan nilai 75. Permainan selanjutnya dilakukan oleh Abi dan Tasha, yaitu dengan meluncurkan katrol dan memutar gasing. Tapi sekali lagi factor mental sangat berpengaruh, sehingga kamipun harus puas dengan nilai 75 juga.
Tapi pas Babak Fisikuis harus diakui tim kami adalah penguasa forum, karena hampir setengah pertanyaan dapat dijawab oleh tim kami. Sayang sekali pada saat pertanyaan terakhir kami harus tersandung dengan kekurangan dalam menyebutkan satuan "Newton". Akhirnya dengan kesalahan itu, kami gagal merebut juara 1. Malangnya lagi kami dengan regu C harus diadu pertanyaan tambahan karena memiliki skor yang sama. Alhasil karena masalah mental (karena kesalahan sebelumnya), maka kami harus puas dengan juara III. Tapi bagaimanapun kami bangga telah memberikan yang terbaik untuk SMP Negeri 280 Jakarta. Untuk itu silahkan teman-teman melihat tayanggannnya di TVRI setiap hari Sabtu, pukul 20.00 WIB.
Senin, 07 April 2008
Kenangan di SMA Purwonegoro
Kenangan yang tidak terlupa adalah dengan Pak Imam (beliau sebenarnya guru SMA Kalmpok tapi mengampu Di SMA Purwonegoro), meskipun ketemunya tidak terlalu lama karena paling Cuma 1 semester. Tapi membawa kesan yang teramat mendalam. Apalagi saat itu beliau baru pulang dari Jepang, jadi sering kali menggunakan istilah-istilah Jepang.
Saat itu semester 1, tepat hari pembagian raport. Saya bertanya pada beliau siapa ranking pertamanya? Karena saat itu ada Asparin (anak Merden), yang ramai dibicarakan sangat pintar di sekolah. Akhirnya kuberanikan diri bertanya ke Pak Imam siapa renking pertama? Jawaban yang saya terima adalah "Menurutmu siapa?" Akhirnya dengan ketidak percayaan diri saya menyebut "Asparin yach?". Pak Imam hanya tersenyum Misteri, sambil menjawab:" Tunggu aja sampai orang tuamu mengambil Raport".
Dengan tergopoh-gopoh ibuku akhirnya dating memenuhi panggilan sekolah untuk mengambil Raport. Meski ada baying kelelahan setelah dari jam 3 pagi menyiapkan dagangan dan memasarkannya tapi ada baying-bayang kesenangan dan kegembiraan sesaat setelah mengambil raport. Tanpa menunggu langsung saya serbu Ibuku yang menenteng raport sambil meninggalkan ruangan kelas. " Bu, gimana hasilnya?". Tanpa berkata disorongkan raoprtnya kepadaku. Disana terbaca jelas kalau aku rangkin pertama. Makasih Allah, telah meberikan aku hidayanh belajar. Makasih guru-guruku.
Minggu, 06 April 2008
Kenangan di Purwonegoro (awal-awal tahun)
Tapi yang paling berkesan adalah ketika saya ditunjuk oleh wali kelas (ibu Endah...Guru yang keibuan padahal guru Matematika lho..) sebagai PJs ketua kelas. Sebab ketua kelas aselinya dipandang tidak bisa menjalankan tugas (saya inget Aswin Purasaba). sempat terjadi kesalah pahaman antara aku ama Aswin, bahkan sempat terjadi menantang duel....WIh kayak Koboy aja. Saya tunggu-tunggu sampai habis istirahat kedua gak tahunya gak jadi...padahal teman-teman sekelas sudah pada taruhan (emang gua Ayam jago pa..). Tapi besoknya aku ama dia sudah baikan lagi. Alhamdulillah. gitu dulu yach nanti disambung lagi...sekedar nostalgia.....
